Komposisi

Banyak hal di dunia ini yang disusun berdasarkan komposisi. Baik itu makanan, minuman, bahkan sampai gambar sekalipun. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komposisi adalah susunan. Dalam hal ini, komposisi yang akan saya bahas adalah komposisi gambar baik itu foto ataupun video.

Dalam dunia fotografi ataupun videografi, komposisi dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang harmonis dari elemen-elemen pendukung foto ataupun video dengan meletakkan komposisi tepat pada tempatnya, sehingga pas dan enak untuk dilihat. Ada 3 hal yang berkaitan dengan komposisi gambar, yaitu shot types, camera angles dan rules of framing.

Shot Types
Shot types adalah jenis-jenis atau ukuran dalam teknik pengambilan gambar. Shot types dibagi ke dalam 3 jenis, yaitu wide shot, medium shot dan close up.

Wide shot digunakan untuk memberikan informasi sebanyak mungkin mengenai lokasi tanpa harus memperlihatkan objek dengan jelas. Wide shot sendiri dibagi menjadi 2, yaitu wide shot dan extreme wide shot. Perbedaan keduanya hanya terletak pada luasnya gambar yang diambil. Extreme wide shot gambarnya lebih lebar jika dibandingkan dengan wide shot.
Extreme Wide Shot
Wide Shot
Setelah membahas wide shot, selanjutnya kita akan membahas mengenai medium shot. Medium shot digunakan untuk menunjukkan beberapa bagian dari objek secara lebih rinci. Persentase mengenai informasi mengenai lokasi tidak sebanyak wide shot. Biasanya medium shot pengambilan gambarnya dari lutut hingga atas kepala.
Medium Shot
Shot types terakhir yang akan kita bahas adalah close up. Close up sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu medium close up, big close up dan extreme close up. Medium close up digunakan untuk menunjukkan wajah objek agar lebih jelas dengan ukuran shot sebatas dada hingga kepala. Sedangkan big close up digunakan untuk menunjukkan ekspresi wajah objek dengan ukuran shot sebatas dagu hingga dahi. Kemudian yang terakhir, yaitu extreme close up, digunakan untuk menunjukkan detail dari sebuah objek. Bisa berupa detail ekspresi mata, mulut, dan lain sebagainya.
Medium Close Up
Big Close Up
Extreme Close Up
Camera Angles
Hal selanjutnya yang akan kita bahas dalam komposisi yaitu camera angles. Camera Angles adalah jenis-jenis sudut dalam pengambilan gambar. Jadi, dalam mengambil sebuah gambar kita tidak bisa sembarangan dalam menentukan angle. Penentuan angle kamera harus sesuai dengan motivasi apa yang akan disampaikan ke penonton. Camera Angle sendiri itu terbagi ke dalam 5 jenis, yaitu bird eye, high angle, eye level, low angle, dan frog eye.
Bird eye merupakan teknik pengambilan gambar dengan sudut pandang kamera tinggi dari atas dan menunduk ke bawah seperti sudut pandang seekor burung.
High angle merupakan teknik pengambilan gambar dengan posisi kamera lebih tinggi dan menunduk ke arah objek. Biasanya digunakan untuk mengesankan objek yang terlihat kecil atau terintimidasi.
Eye level merupakan sebuah teknik pengambilan gambar dengan posisi kamera sejajar dengan mata objek. Biasanya digunakan untuk menunjukkan sudut pandang yang netral atau normal.
Low angle merupakan sebuah teknik pengambilan gambar dengan posisi kamera lebih rendah dan mendongak ke arah objek. Biasanya digunakan untuk mengesankan objek yang terlihat besar atau mengintimidasi.
Frog eye merupakan sebuah teknik pengambilan gambar dengan posisi kamera hampir menyentuh tanah dan mendongak ke arah objek. Biasanya digunakan untuk mengesankan objek yang terlihat megah atau besar.
Rules of Framing
Hal selanjutnya yang akan kita bahas adalah rules of framing. Rules of framing adalah sebuah guideline dalam menentukan posisi dan penempatan objek dalam frame agar gambar yang diambil lebih bermakna dan enak untuk dilihat. Sekali lagi, rules of framing hanya sebuah guideline. Jadi, bisa dijadikan referensi tapi tidak dijadikan patokan. Ada 4 jenis rules of framing, yaitu rule of third, head room, nose room, dan lead room.
Rule of third merupakan sebuah garis bantu yang membagi frame menjadi 9 bagian. Biasanya objek ditempatkan di perpotongan 1/3 atau 2/3 agar lebih menarik dibandingkan jika objek ditempatkan di tengah frame.
Head room merupakan suatu teknik pengambilan gambar dengan memberi ruang antara kepala dengan bingkai (frame) sehingga kepala objek tidak terpotong dengan batas frame atas ataupun terlalu jauh dari batas frame atas.
Nose room atau looking room merupakan ruang arah pandang yang memberikan jarak di depan hidung atau mata dengan tepi frame untuk mengisi negative space yang ada.
Lead room atau biasa disebut dengan walking space merupakan sebuah teknik pengambilan gambar dengan memberikan ruang kosong di depan objek agar objek tidak terkesan menabrak batas frame di depannya.
Itu tadi beberapa penjelasan mengenai komposisi gambar. Tidak ada kewajiban untuk menggunakan semua teori di atas pada saat akan melakukan pengambilan gambar. Namun, teori-teori tersebut dapat digunakan sebagai referensi apabila kita kebingungan untuk mengambil sebuah gambar yang ideal. Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga mudah dipahami. Apabila ada yang ingin ditanyakan, silahkan leave comment di bawah. Terima kasih.
Share:

0 komentar:

Post a Comment